Monday, February 05, 2007

Per-Pustaka-an Warkop Institute

ProfesSor

˝ProfesSor˝ singkatan dari ´Professionals for Social Responsibility´ atau tanggung jawab sosial profesional.

Tulisan yang merupakan ´overview´ tentang aktifitas sebuah ornop yang berlangsung selama 6 tahun (1998 - 2004) Dengan beberapa illustrasi yang pernah terimplementasikan dalam sebuah proyek housing development 1992 - 1994. Sehingga dalam buku ini anda takkan menemukan teori-teori textual, melainkan hal-hal berupa tinjauan perspektif-implementatif beserta kesulitan kesulitan teknis-strategis di lapangan.

Ornop tersebut mendesain sendiri visi, misi, aktifitas serta fund raising sistemnya.

Tuesday, January 30, 2007

Info Sekilas Warkop Institute


Sekilas Mengenai Institut Warung Kopi (Warkop Institute)


´Institut Warung Kopi´ adalah sebuah ´Institusi Maya´ yang mana merupakan sebuah ´parodi´ terhadap fenomena ´intellectual exercise´ dari berbagai kalangan ´orang pintar´ selama ini. Pembaca bisa menggali lebih jauh dan sekaligus dapat berinteraksi langsung melalui blog ini. Atau mengirim email ke warkop_institute@yahoo.com

˝At the beginning there was no word. At the beginning, there was Art!˝ By I. Amannagappa.

Nota Kopitalistic


Nota Kopitalistik:

Resources on 'Strengthening Communities'
17 Juli 2003.


Glassnet (Global Social Strengthening Network and Global Spiritual Solidarity Network) advocates comprehensive sustainable development, an approach which addresses the ecological, economic, cultural, social, human, and spiritual aspects of development. As a network it also seeks to advance social strengthening and spiritual solidarity, referring to either the resistance of civil society to totalitarian tendencies in the state and market or, where appropriate, the critical engagement of CIVIL SOCIETY with BUSINESSES and GOVERNMENT to solve social problems in an atmosphere of principled cooperation and mutual respect. (http://www.hcibib.org/communities/)


Lebih tiga tahun lalu, KOPITALISME menuliskan ˝Nota Kopitalistik˝ di atas. selanjutnya berdasarkan dari ´nota´ tersebut akan dipaparkan dengan melakukan metoda falsifikasi (Sesuai dengan salah satu asaz Kopitalistic yakni: We are the Creative Truth) terhadap beberapa artikel relevan media cetak yg terbit beberapa tahun kemudian, untuk dibabar dan dibabat dalam buku ˝Warkop Institute˝ (Novel Serial PatanYali)
Kumpulan artikel tersebut terarsipkan dalam Perpus-Kata-an Media Cetak.

Wednesday, January 17, 2007

Perpus-Kata-an Artikel Media Cetak


"IDEAS INDONESIA" Menguatkan Tiga Pilar dan Menggerakkan ke Kemajuan
http://www.kompas. co.id/kompas- cetak/0702/ 02/humaniora/ 3285234.htm

Jakarta, Kompas - Jejaring lintas sektor saja, yaitu swasta, pemerintah, dan lembaga swadaya masyarakat, dinilai tidak memadai lagi saat menghadapi tantangan Indonesia kini.
Selengkapnya: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0702/02/humaniora/3285234.htm


Orang Super Kaya Perlu Sisihkan 10 Persen.
http://www.kompas. co.id/kompas- cetak/0701/ 29/ekonomi/ 3276399.htm

JAKARTA, KOMPAS - Sebagaimana negara-negara kaya membantu negara miskin, orang- orang superkaya Indonesia perlu juga menyisihkan 10 persen dari kekayaannya untuk orang miskin.

"Ini bukan mimpi atau khayalan," kata I Wibowo, sosiolog yang belakangan ini menggeluti masalah dampak globalisasi.
Selanjutnya: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0701/29/3276399.htm

Generasi muda, generasi global, generasi penuh tantangan
http://www.indomedi a.com/poskup/ 2006/11/04/ edisi04/opini. htm

Oleh Dr. Paul Budi Kleden, SVD *

PERINGATAN sumpah pemuda tahun ini di diperkaya Kompas (30 Oktober) dengan sebuah jajak pendapat mengenai idealisme kaum muda. Disinyalir bahwa semangat muda pada umumnya mulai meredup. Menurut jajak pendapat itu, generasi muda dewasa ini tidak lagi dilihat dan dinilai sebagai kelompok yang memperparah kerukunan dalam masyarakat. Hasil jajak pendapat ini mesti menjadi satu masukan yang serius untuk mempertimbangkan pendampingan terhadap kaum muda. Untuk itu, dibutuhkan pemahaman yang jujur mengenai kondisi kaum muda dewasa ini. Kaum muda tidak dapat dipersalahkan begitu saja.

Selanjutnya: http://www.indomedia.com/poskup/2006/11/04/edisi04/opini.htm

*Menjadi "mahasiswa persoalan": Menggugat standar mutu intelektual dan pendidikan kita
http://www.indomedi a.com/poskup/ 2006/10/20/ edisi20/opini. htm
Oleh Aleksander Dancar *

"WE are not students of some subject matter but students of problems" (Kita bukan mahasiswa beberapa mata kuliah, tetapi mahasiswa persoalan-persoalan ). Demikian Karl Popper (1902-1994) menulis dalam Conjectures and Refutation: The Growth of Scientific Knowledge (1963:67), sebuah karya afirmatif terhadap Opus magnum-nya The Logic of Scientific Discovery (1959) yang memiliki pengaruh besar dalam dunia filsafat (Ilmu) pengetahuan kontemporer. Dengan ungkapan itu Popper menempatkan esensi epistemologi pada peran untuk mengatasi persoalan-persoalan . Persoalan merupakan fundamen di atasnya sebuah epistemologi yang benar dibangun. Persoalan epistemologi yang paling sentral yang sudah dan masih ada hingga sekarang, menurut Popper, adalah persoalan pertumbuhan pengetahuan.

Selanjutnya: www.indomedia.com/poskup/2006/10/20/edisi20/opini.htm

Intelektual di Ruang Pengap

Oleh INDRA TRANGGONO
Pemerhati Budaya dan Cerpenis; Tinggal di Yogyakarta
http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0609/27/opini/2983178.htm

Jagat intelektual selalu menghadapi masalah laten, yakni terancamnyaintegritas kaum intelektual oleh kekuasaan atau rezim yang mengooptasi.

Ketika integritas kaum intelektual itu menguap, menguap pula predikatintelektual sejati. Yang muncul adalah intelektual jenis perajin yangmengandung "seni pertukangan" tinggi yang kerjanya tak lebih daribirokrat.

Selanjutnya: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0609/27/opini/2983178.htm